Lokasi : Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Asal-usul & Sejarah : Usianya diduga lebih tua daripada Candi Borobudur. Sebagian kalangan menduganya sebagai peninggalan Kerajaan Kalingga atau bahkan buatan manusia purba karena minimnya ornamen Hindu-Buddha.

Etimologi : Dinamakan "Candi Angin" karena menurut ahli spiritual terlihat adanya pusaran angin pada lubang di bagian candi.

Legenda : Masyarakat percaya candi ini terbentuk secara gaib atas kedatangan Resi Wigotoyoso, di mana batu-batunya datang dan menyusun diri sendiri.